A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: dt

Filename: models/model_main.php

Line Number: 58

Hati-hati Berpose Karena Bisa Diakali - KALTENG POS RADIO FM 101 MHZ.
8 November 2013 - 13:35:46 WIB | Dilihat 2345 kali0 komentar

Hati-hati Berpose Karena Bisa Diakali

Gambar Hati-hati Berpose Karena Bisa Diakali

JAKARTA -- Pakar Telematika Abimanyu Wahjoewidajat mengatakan belakangan beredar peringatan menggunggah foto di facebook, blackberry, path, khusus dengan busana putih karena gambarnya bisa ditelanjangi dengan fungsi x-ray pada photoshop dan hal itu sama sekali bukan bukan rekayasa foto.

Menurutnya, di FB saja ada lebih dari 1000 shares dan pasti secara viral akan berkembang secara viral effect menjadi puluhan ribu shares. Bahkan, disertai foto salah satunya ibu-ibu menggunakan mukena, kemudian bajunya dibuat sedikt tembus pandang.

"Yang katanya dibuat pakai ponsel biasa, tanpa menggunakan kamera x-ray melainkan cukup dengan fungsi x-ray pada photoshop," ungkap Abimanyu, Selasa (5/11).

Menurut Abimanyu, info tersebut sebagian ada benarnya. Namun, hal itu bisa menimbulkan kekhawatiran berlebihan di masyarakat.

Karenanya, Abimanyu merasa perlu menjelaskan beberapa hal terkait peringatan yang beredar luas di masyarakat itu.

Ia menjelaskan, memang benar ada trik untuk bisa "menelanjangi" suatu foto dengan cara x-ray. Akan tetapi itu bukan murni menelanjangi melainkan melakukan trik x-ray effect.

Menurut dia, dikatakan bahwa yang bisa ditelanjangi adalah baju putih. Akan tetapi, Abimanyu membuktikan bahwa pada baju hitam, merah dan biru sekalipun bisa dilakukan hal yang sama.

"Saya perlu konfirmasikan bahwa tidak semua pakaian bisa "ditelanjangi" melainkan perlu ada kondisi tertentu seperti unsur cahaya blitz (flash), karakter bahan, ketebalan dan kerapatan tenunan, posisi tubuh, dan lain-lain," terangnya.

Menurutnya, pada dasarnya trik x-ray effect adalah memperjelas apa yang tadinya samar kelihatan.  Dengan kata lain trik tersebut memperbanyak apa yang tadinya diperlihatkan sedikit. "Jadi bukan menembus apa yang tidak kelihatan," tegasnya.

Dia menerangkan, x-ray effect sama sekali bukan pemalsuan wajah atau tubuh seperti yang banyak diduga. "Melainkan ini benar-benar menggunakan wajah, tubuh dan pakaian orang tersebut," paparnya.

Menurutnya lagi, x-ray effect adalah trik atau keahlian, bukan hanya pada photoshop. Abimanyu juga melampirkan beberapa foto sebagai contoh, namun tidak untuk dipublikasikan. Menurutnya, trik tersebut pada dasarnya memanfaatkan “suatu fungsi” yang asal muasalnya bukan dibuat untuk hal tersebut.

"Dan saya yakini pada rata-rata semua program sejenis dan selevel pasti mempunyai fungsi yang dapat dimanfaatkan untuk hal yang sama," katanya.

Dijelaskan Abimanyu, kelebihan trik x-ray effect tersebut adalah biayanya murah, tidak perlu menggunakan kamera khusus, cepat dan mudah.  Tentu fitur tersebut asal muasalnya tidak diciptakan untuk keperluan ini.

"Fitur tersebut tidak salah dan dalam berbagai trik image editing kita sangat tertolong oleh fitur tersebut. Akan tetapi kita hanya dapat berharap agar tidak disalahgunakan orang," terangnya.

Nah, kata Abimanyu, berdasarkan beberapa aspek yang sudah dijelaskan memang ada foto yang terkesan bisa "ditelanjangi". "Akan tetapi konten yang menelanjangi ibu-ibu bermukena dengan ini saya konfirmasikan bahwa itu 100 persen hoax dan rekayasa belaka," kata Abimanyu.

Bahkan, ia menambahkan, pada konten foto yang beredar (yang menggunakan mukena) terkesan ada yang ingin menyelipkan promosi situs perdagangan valuta asing. "Karena pada alamat situs yang disertakan pada konten tersebut tidak ada gambar seperti yang dimaksud," jelasnya.

Lebih jauh Abimanyu berpesan agar para public figure, artis-artis, masyarakat khususnya yang wanita berhati-hati dalam berpakaian atau berpose di foto.

"Karena sangat mungkin ada pihak tertentu yang juga tahu cara ini dan diam-diam dia melakukan trik ini pada foto tersebut untuk tujuan yang tidak baik," katanya. (boy/jpnn)

Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Hati-hati Berpose Karena Bisa Diakali"

(harus diisi)