10 Oktober 2017 - 13:24:16 WIB | Dilihat 84 kali0 komentar

Program PTSL Diduga Tanpa Sosialisasi

PALANGKA RAYA - Kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Republik Indonesia mempunyai sebuah program baru untuk menggantikan program prona. Untuk diketahui bahwa prona sebagai upaya penyertifikasi tanah secara gratis. Penganti ialah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
 
Target nasional yang disampaikan oleh menteri ATR/BPN RI, Sofyan Djalil menyampaikan, bahwa target penyertifikasi tanah melalui program PTSL secara nasional adalah sekitar 5 juta hektar lahan, dimana khususnya untuk Kalteng, alokasi yang diberikan untuk tahun 2017 adalah sebanyak 88.250 ribu hektar.
 
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (Kanwil) ATR/BPN Kalteng, Ida Anyati seusai melaksanakan upacara hari agraria di halaman Kanwil BPN Kalteng, Senin (25/9) lalu. Ia mengatakan, bahwa Kalteng dalam penyertifikasi tanah melalui program PTSL, mendapat alokasi sebanyak 88.250 ribu hektar. "Namun dari data alokasi tersebut, hanya sekitar 15.000 ribu hektar yang telah terealisasi dalam program PTSL yang dimaksudkan," ucap Ida.
 
Ditanggapi juga, Ir Artaban MH, Legislator DPRD Kalteng, terkait angka pencapaian sementara yang diraih oleh Kanwil ATR/BPN Kalteng. "Saya selaku legislator yang memiliki kewajiban dan salah satu tugas untuk melakukan pengawasan atas kinerja pemerintah, dalam hal ini kinerja Kanwil ATR/BPN Kalteng yang dinilai masih belum optimal, tentunya wajib saya lakukan" kata Artaban selaku anggota Komisi D DPRD Kalteng.
 
Lanjut anggota fraksi PDIP Kalteng ini, angka realisasi yang dicapai oleh Kanwil ATR/BPN Kalteng saat ini, dinilai kurang dari 50 persen total keseluruhan.
 
"Entah alasan apa yang diberikan Kanwil ATR/BPN, sehingga target yang dialokasikan oleh Kementrian ATR/BPN RI belum tercapai dan terkendala terlaksana di Kalteng. Melihat pencapaian tersebut, dirinya pesimis bahwa Kanwil ATR/BPN Kalteng tidak dapat memenuhi target yang dialokasikan oleh Kementrian ATR/BPN," tuturnya.
 
Sambungnya, Ia pun belum mengetahui persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh pemohon  bisa mendaftarkan tanahnya untuk diikuti program PTSL. "Saya mempertanyakan, seberapa banyak kah masyarakat Kalteng telah mengetahui akan program beserta persyaratan program PTSL ini. Kanwil ATR/BPN Kalteng tidak melakukan tindakan aktif untuk mensosialisasikan program ini," ujar dia.
 
Tambah Artaban, tentunya masih banyak masyarakat Kalteng yang masih belum mengetahui akan program dan persyaratan program PTSL ini. Hal ini Ia sampaikan sebagai bentuk dukungan atas inisiatif Presiden Jokowi, terkait reforma agraria, terutama dalam hal redistribusi tanah bagi rakyat dan petani. (dhy/rul/KPFM)
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Program PTSL Diduga Tanpa Sosialisasi"

(harus diisi)