18 Oktober 2017 - 00:20:04 WIB | Dilihat 203 kali0 komentar

Aktivitas Galian C Rusaknya Pesisir Pantai Ujung Pandaran

Gambar Aktivitas Galian C Rusaknya Pesisir Pantai Ujung Pandaran
Pantai - Kondisi lingkungan rusak mengalami abrasi akibat penambangan galian pasir, di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim.
PALANGKA RAYA - Aktivitas penambangan galian C dan pasir, disepanjang garis pantai  Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), tidak seindah dulu.
 
Aktivitas penambangan yang berlangsung sejak tahun 2015 silam, menjadikan tempat yang berpotensi menjadi tempat wisata ini mengalami terganggunya tatanan ekosistem sekitarnya.  Pemandangan tidak enak dimata hingga 2 Kilometer panjangnya. Tidak hanya itu, rusaknya ekosistem sangat berpengaruh pada menurunnya hasil tangkapan ikan nelayan, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat sekitar.
 
Inilah gambaran yang didapati KPFM101 Palangka Raya saat membincangi Camat Teluk Sampit, Samsulrijal belum lama ini.  Pak camat mengatakan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi sudah terbilang sangat parah. Pasalnya hampir disepanjang kawasan pantai tersebut ekosistem lingkungannya rusak parah.
 
Lanjutnya di lokasi tersebut terdapat tiga perusahaan yang melakukan aktivitas penggalian galian C dan pasir. Penggalian dilakukan katanya dengan memegang ijin dari pemerintah Provinsi Kalteng pada 2015 lalu.
 
"Sedikitnya, ada 3 perusahaan besar yang melakukan aktifitas penggalian pasir di sana, diantaranya PT Kalmin Sejahtera, PT Kalmin Raya dan PT Prakarsa Sejati. Dimana, aktifitas penambangan tersebut mendapat ijin dari pemerintah provinsi sejak tahun 2015 lalu," jelas Samsulrijal, Senin (16/10) malam kemarin.
 
Parahnya, penambangan yang dilakukan diduga tidak memperhatikan faktor keramahan lingkungan sehingga berdampak buruk. Bila menurut Samsulrijal kepada KPFM, hasil penambangan pasir untuk keperluan reklamasi di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
 
"Pemerintah provinsi (pemprov) diminta untuk mengevaluasi ijin dari ketiga perusahaan tersebut, dan kabarnya, hasil galian tersebut akan digunakan untuk proses reklamasi di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Karena, setiap hasil galian pasir dengan menggunakan alat berat, kapal tangker yang dilengkapi alat pengeruk, hasil pasirnya langsung dibawa berlabuh ke seberang pulau," ungkapnya.
 
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Legislator DPRD Kalteng, H Syahrudin Durasid membenarkan, bahwa pada saat dirinya melakukan hearing (Mendengarkan) pendapat masyarakat Desa Ujung Pandaran, bahwa kondisi lingkungan dan ekosistem disana, sangat memprihatinkan, akibat adanya penggalian pasir secara besar-besaran.
 
"Kami baru saja menerima surat dari pemerintah Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim, Provinsi Kalteng, agar dapat memediasi dan menyampaikan keluhan serta menanggapi aspirasi masyarakat di sana kepada pemprov melalui dinas atau intansi yang menaungi permasalahan ini," ujar Syahrudin.
 
Lanjut anggota Komisi B DPRD Kalteng ini. Ia mengatakan, bahwa untuk menindaklanjuti surat yang disampaikan kepada Komisi B DPRD Kalteng, maka dalam waktu dekat ini, kami akan memanggil dan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak-pihak terkait permasalahan ini, meliputi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kalteng, perwakilan Sekretariat Daerah (setda) provinsi,  pemerintah Kecamatan Teluk Sampit dan ketiga perusahaan yang melakukan aktifitas tersebut, guna meminta penjelasan dari masing-masing  pihak. (ndy/rul/KPFM)
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Aktivitas Galian C Rusaknya Pesisir Pantai Ujung Pandaran"

(harus diisi)