17 November 2017 - 10:57:07 WIB | Dilihat 112 kali0 komentar

Bundaran Besar Tinggal Kenangan, Konsep Pemugaran Masih di Sayembara

Gambar Bundaran Besar Tinggal Kenangan, Konsep Pemugaran Masih di Sayembara
Foto Dokumen. Tergenang - Diduga aliran drainase tidak lancar menyebabkan bundaran besar menjadi genangan disaat hujan.
Berawal Dari Satu Patung Tentara Penerjun Hingga Ditemani Delapan Patung. Apakah Akan Bertambah Lagi Patungnya Ya ?
 
PALANGKA RAYA – Tidak lama lagi icon ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, tidak lagi seperti dulu. Pasalnya, pemerintah provinsi berencana akan melakukan pemugaran bundaran besar. Saat ini prose situ masih pada tahanpan melakukan design yang diperlombakan.
Konsep pemugaran Bundaran Besar, hingga saat ini masih berjalan dan telah memasuki unmetting. Tahapan tersebut, akan terus berjalan, hingga batas pendaftaran terakhir, yaitu pada tanggal 06 Desember 2017 mendatang.
 
Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Leonard S Ampung menjelaskan bahwa rangkaian pemugaran membutuhkan waktu yang cukup panjang. Yang utama dalam grand design harus mengakomodir nilai kebudayaan masyarakat Kalteng.
 
"Saat ini kami, masih belum bisa menyampaikan jumlah pasti peserta yang akan ikut sayembara itu, karena jumlah peserta masih belum terdata dan dipastikan akan terus dinamis.," terang Leonard, Rabu (15/11) pagi.
 
Sambung pria berkacamata ini. Ia menuturkan, bahwa peserta yang telah mendaftar bukan hanya diikuti oleh dari dalam daerah Kalteng saja, namun ada juga yang berasal dari luar daerah Kalimantan, seperti dari pulau Jawa dan Jakarta.Selanjutnya, kedepan tahapan yang akan dilakukan, adalah tahapan konsultasi. Konsep grand design yang harus diperhatikan oleh para peserta sayembara, haruslah memenuhi unsur dan mengakomodir nilai-nilai kebudayaan Kalteng.
 
"Unsur kedaerahan menjadi hal mutlak, dalam konsep design yang diajukan oleh para peserta sayembara design bundaran besar. Mengingat, bundaran besar bukan hanya sebagai sebuah monumen, tapi lebih dari itu. Bundaran besar merupakan perwujudan nilai-nilai kebudayaan Kalteng. Karena, Kota Palangka Raya adalah sebagai pintu gerbang Kalteng," pungkasnya.
 
Dahulu, bundaran besar ada bersamaan dengan berdirinya  kota Palangka Raya. Tepatnya saat Gubernur pertama yaitu Tjilik Riwut. Walau bentuk bundaran besar masih berupa satu patung tentara penerjun. Sementara disekitarnya masih berupa kubangan air.
 
Setelah itu, gambaran bundaran besar berubah total sejak tahun 1984 -1989.  Dibawah pimpinan Gubernur Gatot Achmad Sapari Amrih barulah bundaran berubah wajah. Kumbangan itu ditimbun dengan tanah. Jari-jari bundaran berukuran 02 X 45 Meter dan lingkar monumen berukuran 17 meter dipasang paping.
 
Kemudian disekitranya ditanami rumput, dengan pinggiran dipasang paping sehingga bisa buat jalan pagi. Sementara itu dibangun juga delapan patung lain dibawah patung pertamanya. Hingga akhirnya bundaran dijadikan icon ibu kota probinsi. Ada delapan jalan menyilang menuju bundaran. (TIMKPFM)
 
Baca Juga :
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Bundaran Besar Tinggal Kenangan, Konsep Pemugaran Masih di Sayembara"

(harus diisi)