7 Desember 2017 - 15:20:21 WIB | Dilihat 35 kali0 komentar

Waspadai Obat-obatan Mengandung Karisoprodol.

Gambar Waspadai Obat-obatan Mengandung Karisoprodol.
PALANGKA RAYA - Maraknya peredaran obat-obatan yang tidak memiliki ijin edar menjadi sorotan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palangka Raya. Dalam razia rutinnya BPOM di Palangka Raya telah menemukan merk obat-obatan yang beredar dipasaran yang mana kandungannya dinilai sangat mengancam masa depan generasi muda di Kalteng.
 
Contoh obat-obatan yang dikategorikan sebagai ancaman bagi generasi muda, yakni seperti obat-obatan bermerk somadril dan carnophen (zenith,red), sebabnya di dalam kedua obat itu mengandung bahan parasetamol cafein serta karisoprodol.
 
Adapun bahan kimia obat yang paling berbahaya adalah kandungan karisoprodol. Bahkan kedua obat merek somadril atau carnophen karena mengandung karisoprodol ijin edar keduanya itu telah dicabut sejak tahun 2013 lalu.
 
"Jika masyarakat masih menemukan  obat-obatan merek somadril dan carnophen ataupun merek lain sejenisnya yang mengandung karisoprodol maka BPOM di Palangka Raya bersama-sama instansi terkait lainnya termasuk pihak kepolisian akan secepatnya meindak tegas," ucap Kepala BPOM di Palangka Raya, Trikoranti Mustikawati saat berbincang dengan reporter Kalteng Pos Radio (101KPFM) saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/11) kemarin.
 
Dia menyebutkan obat-obatan yang awalnya diproduksi untuk tujuan mengatasi nyeri persendian relaksan otot untuk menangani terasa nyeri otot yang akut. Komposisi kandungan dalam satu butir dari obat semacam ini mengandung karisoprodol 200 Mg, parasetamol 160 Mg dan cafein 32 Mg.  Kandungan karisoprodol inilah yang sangat berbahaya.
 
Namun dalam perjalanannya carnophen kerap disalahgunakan dan semakin waktu berjalan semakin marak sehingga sangat meresahkan. Penyalahgunaan carnophen kebanyakan berasal dari kalangan generasi muda. BPOM Republik Indonesia (BPOM RI) pada tanggal 10 November 2009 lalu sebagaimana surat dari BPOM RI No: PO.02.01.1.31.3997 dan HK.00.05.1.31.3996 menegaskan bahwa peredaran obat merek carnophen di pasaran terhitung dari  tanggal 27 Oktober 2009 sampai sekarang ditarik.
 
"Kemudian untuk somadril sejak tahun 2013 lalu ijin edarnya pun juga ikut dicabut. Pasalnya di dalam kedua obat itu  mengandung karisoprodol sehingga jika ditemukan di lapangan maka obat tersebut dapat dikatakan ilegal,"  katanya.
 
Trikoranti menambahkan pengawasan terhadap peredaran obat-obatan khususnya yang mengandung karisoprodol terus ditingkatkan terlebih lagi menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah agar peredarannya semakin tidak mengancam generasi muda Kalteng.
 
"Saya berharap agar masyarakat juga dapat melakukan pengawasan terhadap produk obat-obatan yang mengandung karisoprodol. Jika ada masyarakat menemukan dan mengetahui peredaran obat-obatan sejenis yang mengandung karisoprodol maka dapat melaporkan ke BPOM di Palangka Raya untuk dapat ditindaklanjuti," tutupnya. (dhy/KPFM)
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Waspadai Obat-obatan Mengandung Karisoprodol."

(harus diisi)