9 Januari 2018 - 12:28:45 WIB | Dilihat 14 kali0 komentar

Habib Said Ismail dan Falsafah Huma Betang

"Junjung Tinggi Toleransi Beragama"
 
PADA bulan Desember 2017 lalu, Perayaan ibadah natal kebangsaan yang diprakarsai Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng), berjalan hikmat penuh dengan nuansa toleransi. Kegiatan yang sarat dengan nuansa keberagaman antar umat beragama, suku dan budaya, digelar di halaman Mapolda Kalteng. Tepatnya pada Rabu (27/12) pukul 08.30 Wib. Pada momont ini, Wakil Gubernur Kalteng, Habib Said Ismail mengumandangkan semagat Filsafat Huma Betang.
 
KPFM, Palangka Raya - Tidak hanya umat nasrani saja yang larut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, pasalnya nuansa toleransi tercipta ketika dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh para tokoh agama Kristen, Katolik, Islam, Budha, Hindu dan Kaharingan. Selain itu hadir pula Wakil Gubernur Kalteng, Kapolda Kalteng, Danrem 102/Pjg, Kepala SOPD, tokoh adat serta tokoh masyarakat.
 
Wakil Gubernur Kalteng, Habib Said Ismail, dalam sambutannya menyampaikan bahwa  Kalteng, belum lama ini menerima penghargaan dari pemerintah pusat, yakni piagam Harmony Award. 
 
"Penghargaan ini diberikan atas dasar pertimbangan, masyarakat Kalteng sangat menjunjung tinggi nilai keberagaman dengan adanya falsafah Huma Betang. Sebagai contohnya, adalah kegiatan perayaan hari besar umat nasrani, digagas oleh Polda Kalteng, diikuti juga oleh perwakilan umat beragama lainnya. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan ini, semoga ditahun depan kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan," ucap Habib Said Ismail, Rabu (27/12) pagi.
 
Sementara itu Danrem 102/Pjg, Kolonel Arm H Naudi Nurdika, mengutarakan bahwa keberagaman masyarakat Kalteng, merupakan gambaran miniatur Indonesia yang kaya akan suku, budaya dan agama. "Meski berbeda namun tetap satu, inilah maksud dan makna dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sikap saling toleransi dan saling menghargai, serta menjunjung tinggi nilai keberagaman adalah wujud bahwa masyarakat di Kalteng juga sadar akan keutuhan NKRI. Jadi saya tegaskan bahwa NKRI harga mati," tegas Naudi.
 
Kemudian Kapolda Kalteng, Brigjen Pol Drs Anang Revandoko, menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini, diharapkan dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi, antar suku, golongan dan umat beragama di Kalteng. 
 
"Kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkuat kebersamaan dan toleransi, antar umat beragama di Kalteng. Bahkan pendiri negara ini, Bung Karno berpesan agar keutuhan NKRI tetap menjadi hal utama yang wajib dipertahankan. Kita patut berbangga bahwa Kalteng, memiliki falsafah Huma Betang. Melalui kegiatan ini juga dilakukan penyalaan obor toleransi, sebagai tanda semangat toleransi selalu menyala di bumi Tambun Bungai," ujarnya.
 
Dalam kegiatan ini digelar rangkaian ibadah yang dilanjutkan dengan rangkaian perayaan, seperti penampilan tari-tarian suku Dayak, Jawa, Bali dan Papua serta penyalaan obor toleransi. Selain itu ada penyerahan bantuan kepada 3 panti asuhan Budi Mulya, Emanuel dan Maria Lines. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh artis ibukota, yakni Yopie Latul, Payen Pono 'The Pasto' dan Jhon Tanamal. (KPFM)
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Habib Said Ismail dan Falsafah Huma Betang"

(harus diisi)