9 April 2018 - 16:26:59 WIB | Dilihat 28 kali0 komentar

Kelembagaan Dayak harus Bersatu, Jangan Jalan Sendiri.

PALANGKA RAYA-Dengan tegas H Agustiar Sabran mengatakan bahwa etnis kesukuan tidak bisa berubah. Maksudnya, bagi generasi yang lahir di tanah Kalimantan, tidak bisa disebut bukan bersuku Dayak.
 
“Dayak ya dayak. Mari kita lestarikan kebudayaan di tempat kita dilahirkan,” ucap Sugianto yang juga menjabat Ketua Dewan Adat Dayak Kalimatan tengah ini  saat berbincang-bincang dengan beberapa wartawan berbagai media di Gedung Biru Kalteng Pos, Jalan Tjilik Riwut Km 2,5, Minggu sore (8/4).
 
Dipertegas  Agustiar, mengkedepankan filosofi Huma Betang, dalam satu rumah betang terdapat keberagaman seperti agama. Walau begitu mereka tetap rukun dalam satu rumah. “Agama itu keyakinan setiap individu. Oleh itu saya tidak mau ada perpecahan walau berbeda keyakinan. Dayak adalah dayak dan agama adalah keyakinan, itu hal yang berbeda,”tegasnya.
 
Oleh karena itu, apapun kelompok yang mengatasnamakan kesukuan harus bersatu walau aliran kepercayaannya berbeda. Terlebih ketika Sugianto selaku ketua DAD Kalteng. “Dibawah kepemimpinan saya. Semua kelembagaan adat harus berjalan bersama dan saling bersinergis,” tukasnya Agustiar  member pesan agar media bisa memberitakan suara persatuan ke semua masyarakat. (TimKPFM)
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Kelembagaan Dayak harus Bersatu, Jangan Jalan Sendiri."

(harus diisi)