9 April 2018 - 16:45:36 WIB | Dilihat 73 kali0 komentar

Sidang Adat Wilmar Digelar Terbuka.

Pimpinan Tidak Datang, Akan Jadi Persoalan Lain.

 
PALANGKA RAYA-Tidak lama lagi, DAD Kalimantan Tengah (Kalteng) akan menggelar sidang adat. Sidang yang akan menyidangkan Perusahaan Besar Swasta (PBS) sawit PT Mustika Sembuluh anak perusahaan PT Wilmar Group, atas dugaan melakukan pengrusakan situs budaya adat Dayak.
 
Sidang akan digelar terbuka dan terpenting dari pihak PT Mustika Sembuluh anak perusahaan Wilmar group harus dihadiri pimpinan yang memiliki kapasitas yakni Direktur utama.
 
Hal ini dijelaskan ketua Umum DAD Kalteng H Agustiar Sabran saat bersilahturahmi ke Gedung Biru, Kalteng Pos pada Minggu (8/4) sore.  “Sidangnya bulan ini di minggu kedua. Persidangan dilakukan di Palangka Raya dan akan disaksikan oleh DAD se-Kalimantan, serta petinggi adat se-Pulau Borneo seperti dari Malaysia dan Brunai Darussalam,” tegasnya.
 
Ditegaskannya, tujuan sidang adat digelar adalah mencari solusi damai. Dalam putusan yang akan didapatkan adalah terbaik untuk semua pihak. Oleh itu diharapkan niat baik dari pihak PT Mustika Sembuluh. “Bila yang datang bukan penanggung jawabnya, maka jadi pelanggaran baru. Tujuan sidang adat ini untuk damai,” kata Agustiar.
 
Dijelaskan Agustiar, sebelum memutuskan untuk menyidang adat PT Mustika Sembuluh, sebelumnya berbagai tahapan telah dilakukan DAD Kalteng. Termasuk juga memberikan kesempatan untuk DAD Kotim, untuk menyelesaikan persoalan dugaan perusakan situs budaya Dayak ini. Sebab, kasus dugaan perusakan ini terjadi di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotim, awal Februari lalu.
 
Disampaikan oleh Agustiar, dalam mengambil suatu keputusan, DAD juga tidak sembarangan. Pihaknya telah membentuk Tim 17 yang juga terdapat Pandawa (penuntut) dan juga Let (hakim) adat Dayak. Pandawa akan bertindak seperti jaksa, yakni memberikan tuntutan pelanggaran adat kepada PT Mustika Sembuluh. Sedangkan Let akan melaksanakan persidangan dan memutuskan perkara adat bagi PT Mustika Sembuluh. (KPG/KPFM)
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Sidang Adat Wilmar Digelar Terbuka."

(harus diisi)