16 April 2018 - 14:42:51 WIB | Dilihat 85 kali0 komentar

Program untuk RT Bukan Mimpi

Gambar Program untuk RT Bukan Mimpi
 
PALANGKA RAYA-Didukung empat partai politik (parpol), Tuty Dau-Rahmadi (DARA) memastikan program dana pembangunan bagi tiap RT bukan sekadar mimpi.Calon wakil wali kota Palangka Raya, Rahmadi mantan birokrat yang sudah malang melintang di pemerintahan, mengatakan, perlu parpol untuk mendukung berjalannya program pemerintahan. Jadi sangat sulit merealisasikan suatu program dari kepala daerah jika tidak memiliki kursi di DPRD.
 
Dengan miliaran pengalaman yang dimilikinya, dirinya menyakinkan, bahwa program DARA untuk membagikan dana pembangunan bagi tiap RT sebanyak Rp20 hingga Rp 30 juta bukan isapan jempol belaka.
 
"Kami tidak jualan kecap (program RT red). Partai pendukung kami ada empat. Dengan jumlah kursi yang ada di DPRD maka itu mencukupi untuk menjalankan program itu.  Andaikata mau voting tinggal cari 4 suara lagi, itu mudah sekali," kata Rahmadi ketika dialog dengan masyarakat.
 
Menurut Rahmadi,  jika tidak memiliki kursi di DPRD maka sangat sulit untuk menggolkan program, maka dari itu paslon nomor 1 tidak usah diragukan lagi, karena memiliki dukungan parpol yang duduk di DPRD, juga memiliki pengalaman di bidang politikus dan birokrat.
 
Dia menjelaskan, dengan anggaran yang ada saat ini, sebenarnya program dana hibah untuk RT tersebut sudah bisa dijalankan. Untuk itulah dirinya hadir di permukaan bersanding dengan Tuty Dau, untuk menciptakan program teroboson terbaru dan berbeda dengan yang lainnya. DARA menciptakan program yang pro rakyat, yang bisa dinikmati masyarakat secara langsung, dengan membangun masyarakat dari bawah.  Karena RT yang paling mengetahui bagaimana kondisi warganya.Untuk itu lah pihaknya memiliki program RT.
 
Bahkan, banyak laporan kepada DARA ini, banyak RT yang malas ikut  musyawarah rencana pembangunan atau Musrenbang.  Hal itu dikarenakan RT atau RW bosan datang, karena semua usulan yang diusulkan, hilang di tikungan. “Jika tidak ada partai, maka sulit untuk memperjuangkan program yang di laksanakan," tegasnya.
 
Dia juga mengatakan, anggaran Pemko sebanarnya tidak sedikit, sekitar Rp 1,3 triliun. Untuk itu lah DARA berkesimpulan program unggulan untuk membangun masyarakat dari bawah bisa dilaksanakan, dihitung saja, satu RT 20 juta hingga 30 juta, dikalikan 696 RT yang ada di kota.
 
"Sebenarnya ini bisa dijalankan,  tinggal kemauan aja, nah itu ranahnya berada siapa yang memimpin nanti. Jika kami terpilih, maka nanti bisa di SPJ kan lebih awal nantinya, supaya cepat direalisasikan. Saya pernah jadi RT 2 periode. Jadi saya tahu bagaimana rasanya  menjadi RT," Jelas Rahmadi.
 
Selain itu, untuk meningkatkan anggaran kota, pihaknya berencana untuk meningkatkan melalui PBB. Nantinya, yang menarik PBB diserahkan ke RT. Hal itu harus dilakukan, karena rakyat harus diberi kepercayaan.
 
" Karena, yang tahu tentang masyarakat, adalah RT, jadi pendapatan daerah bisa ditunjang dengan memberikan tanggung jawab itu kepada  RT," ungkapnya. Selain itu, nantinya pendapatan daerah juga akan digali dari sektor pariwisata dan beberapa sektor lainnya. Misal seperti mendapatkan Adipura.
 
"Setelah pak Nason Tawai, kita tidak pernah lagi mendapat Adipura. Padahal, jika kita mendapatkan Adipura maka anggaran bisa bertambah 35 persen dari anggaran yang dimiliki. Nah ini nanti yang akan dilakukan DARA jika terpilih. Ini bukan mimpi, ini akan kami lakukan ketika kami diberikan kesempatan untuk memimpin Palangka Raya," katanya.
 
Menurut dia,  kunci untuk mendapatkan Adipura, sebenarnya tidak berat, jika ada kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah. Contoh, jangan membuang sampah sembarangan dan tanggung jawab itu nantinya akan diberikan kepada RT, dengan memanfaatkan dana hibah RT  yang diberikan nantinya.
 
"Kami akan alokasi kan dana agar bisa bertanggung jawab untuk bisa membangun lingkungan RT masing-masing. Misal daerah pinggiran sungai, RT tidak bisa memperbaiki karena tidak ada dana. Jika sudah diberikan dana maka tidak usah lagi minta sana sini dulu. Kalau permasalahannya besar, maka baru, dibawa ke Pemko," tukasnya. (aza/uyi/KPG/KPFM)
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Program untuk RT Bukan Mimpi"

(harus diisi)