5 Juni 2018 - 16:51:57 WIB | Dilihat 44 kali0 komentar

Bawaslu Kalteng Catat 23 Laporan dan 22 Temuan.

PALANGKA RAYA - Dalam masa tahapan kampanye, Bawalah Kalteng sedikitnya mencatat 22 laporan dan 22 temuan terkait pelanggaran pemilihan di 11 Kabupaten dan Kota Palangka Raya.

"Pelanggaran tersebut terdiri dari tiga kasus pidana, sembilan kasus administrasi, 11 pelanggaran hukum lainnya sebanyak dan 13 kasus bukan kategori pelanggaran," sebut ketua Bawaslu Kalteng, Satriadi saat Media Gathering di Kantor Bawaslu Kalteng, Selasa (5/6) pukul 14.48 WIB.
Disampaikannya, terkait pelanggaran pidana sebanyak tiga kasus yakni atas kasus pengrusakan alat peraga salah satu paslon di Kabupaten Pulang Pisau. "Kasus pengrusakan di Pulang Pisau, pelaku sudah di vonis 1 bulan penjara," ucap Satriadi.

Sementara dua kasus pidana yakni di Kabupaten Kapuas. Kasus dimaksud adalah dugaan pelanggaran politik uang yang dilakukan tim paslon. Hanya saja Satriadi tidak menyebutkan namanya.

"Namun kasus politik uang di Kapuas tidak cukup bukti dan dihentikan," terangnya.

Satriadi menegaskan, kasus politik uang memiliki ancaman hukuman penjara. Akan tetapi sulit untuk di buktikan, kecuali bila tertangkap tangan. Oleh karena itu, Bawaslu meminta bantuan kepada masayarakat untuk ikut serta melakukan pengawasan. 

Satriadi juga menyampaikan, bahwa sangsi untuk kasus politik uang akan lebih berat terhadap penerima dari pada pemberi. "Saya ingatkan, penerima hukumannya tiga tahun, lebih berat dari pemberi yang hanya dua tahun. jadi saya harapkan masyarakat untuk tidak menerima politik uang," tukasnya. (KPFM)
 
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Bawaslu Kalteng Catat 23 Laporan dan 22 Temuan."

(harus diisi)