7 Juni 2018 - 10:48:39 WIB | Dilihat 28 kali0 komentar

Orang Tua Harus Panjang Sabar Medidik Anak.

PALANGKA RAYA – Terkadang orang tua sedikit lepas sabar saat mendidik anaknya, khusunya yang masih berusia dibawah lima tahun. Dengan rutinitas sehari-hari ditambah mendidik anak yang notabenenya di masa ingin tahu, sehingga mempengaruhi kadar emosional si orang tua.
 
Alhasil, tindakan kekerasan terjadi seperti membentak, marah bahkan mecubit dan memukul anak. Seorang psikolog dari P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah Rensi Orin dalam bincang di program Orasi KPFM 101 Palangka Raya, menghimbau agar orang tua selalu panjang sabar dalam mendidik anak.
 
“Disarankan kepada orang tua untuk sabar walau tidak mudah. Anak masih kecil masih bisa didik kemudian dilatih. Dikasih pengertian kepada anak. Diberi pengertian kepada anak dimana kesalahannya,” katanya, Rabu (6/6) siang.
 
Psikolog dalam siaran untuk mendukung  Pencegahan Tindak Kekerasan Dalam Keluarga Khususnya Perempuan dan Anak di Provinsi Kalteng.
 
Lanjut Rensi bahwa ada kategori kekerasan dalam keluarga yakni kekerasan karena mendidik dan kekerasan menimbulkan kesengsaraan baik spikis maupun fisik.
 
“Ada kekerasan karena mendidikan, juga ada menimbulkan kesengsaraan. Contohnya membentak anak, hal itu akan terekam oleh anak dan bersifat jangka panjang. Walau sifatnya mendidik. Ada juga kekerasan dengan mencubit. Tindakan ini akan direkam anak dan dimungkinkan mempengaruhi sifat dan sikis anak kedepannya,” jelas Rensi.
 
Oleh karena itu, ditegaskan dalam memberikan pendidikan kepada anak, orang tua harus lebih sabar. “Seandainya harus terpaksa mencubit, memukul dan membentak karena anak dinilai melakukan kesalahan, maka harus dijelaskan dimana salahnya. Setelah di cubit ya disayang lagi dong,” ungkapnya.
 
Diterangkannya, kondisi balita dimana gelombang otak di posisi alfa atau lebih cepat menyerap informasi yang dialihat dan di dengar. Kemudian disimpan dalam memori dibawah alam sadar. (TS-KPFM)
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Orang Tua Harus Panjang Sabar Medidik Anak."

(harus diisi)