13 April 2013 - 08:20:58 WIB | Dilihat 1544 kali0 komentar

Metropop: Saat Benci Jadi Bumerang

Kafka?! Jangan sebut namanya! Aku sangat membencinya!

Gambar Metropop: Saat Benci Jadi Bumerang
Metropop: Saat Benci Jadi BumerangMetropop: Saat Benci Jadi BumerangMetropop: Saat Benci Jadi Bumerang

Hanya ada satu orang yang paling dibenci Nadia di dunia ini, seorang anak laki-laki bernama Kafka. Sebenarnya ini hanya trauma masa kecil, karena Kafka tidak bisa berhenti menjahili Nadia setiap hari, enam hari dalam seminggu, selama hampir dua tahun. Terakhir kali Nadia bertemu dengan Kafka adalah sekitar dua puluh tahun yang lalu ketika mereka sama-sama masih mengenakan seragam putih-merah. Semenjak itu Nadia berjanji untuk tidak akan pernah lagi sudi bertatap muka dengannya.

Merekapun beranjak dewasa dan menjalani hidupnya masing – masing, namun entah mengapa di suatu pagi, Nadia terbangun dengan hanya mengenakan pakaian dalam di kamar hotel Kafka!! Mau tidak mau dia harus mengevaluasi ulang pendapatnya tentang laki-laki satu ini. Setelah diperhatikan Kafka bukan saja berubah menjadi pria yang tampan, tetapi juga Kafka adalah dokter jantung ternama yang menangani penyakit ayahnya, suatu hal yang tidak pernah terbayangkan oleh Nadia sepanjang hidupnya.

Buku ini bahasanya menggunakan bahasa sehari-hari jauh dari kesan formal. Kalimat-kalimat yang ada pun begitu 'renyah' sehingga enak dibaca. Banyak kejadian lucu dan romantis yang dihadirkan penulis yang bisa bikin siapapun yang membacanya tertawa sendiri. Ditambah dengan kalimat-kalimat romantis yang sedikit 'nakal' bikin buku ini lebih menarik.

Sumber: gramediapustakautama.com dan bookpedia.com

 
Beri komentar
0 KOMENTAR.

Komentar untuk "Metropop: Saat Benci Jadi Bumerang"

(harus diisi)